Tampilkan postingan dengan label Cloud Computing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cloud Computing. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013


Saat ini telah berkembang sebuah teknologi yang dikenal dengan ‘Cloud Computing’ atau juga dikenal dengan nama teknologi Komputasi Awan. Tujuan adanya Komputasi Awan ini sebenarnya adalah memindahkan sumber daya-sumber daya yang mendukung dan menjalankan layanan perangkat lunak (Software as a Service, SaaS), layanan Platform (Platform as a Service, PaaS), dan layanan infrastruktur (Infrastructure as a Service, IaaS) kepada pihak lain atau pada lokasi lain.
Windows Azure adalah nama produk dari layanan Komputasi Awan yang dimiliki oleh Microsoft. Dengan menggunakan produk Windows Azure berarti pengguna telah memiliki kesempatan untuk meletakkan data-data serta kode-kode di pusat data milik Microsoft dan ‘membayar’ pihak Microsoft untuk mengelola layanan yang Anda gunakan agar dapat diakses terus dan berlangsung dengan baik sehingga solusi yang Anda gunakan untuk aktivitas bisnis berjalan tanpa hambatan.
Nah, apa saja produk-produk Windows Azure?
Coba lihat gambar berikut.
Salah satu produk Windows Azure adalah Windows Azure SQL Database. Windows Azure SQL Database adalah sebuah layanan penyimpanan basis data berelasi yang menerapkan konsep Komputasi Awan yang disediakan oleh Microsoft dalam salah satu fitur yang terdapat dalam platform Windows Azure.
Kini data-data penting Anda dapat di‘titipkan’ pada pusat data milik Microsoft menggunakan produk Windows Azure SQL Database. Pihak Microsoft akan menjaga ketersediaan akses dan kontinuitas keberadaannya, melakukan perawatan terhadap kondisi server seperti pembaruan patch, lisensi SQL Server, dan perangkat pen-dukung lainnya.
Pekerjaan-pekerjaan administratif terhadap sistem pusat data milik pelanggan menjadi sangat berkurang, seperti melakukan setup server database, perawatan dan keamanan. Dan dengan Microsoft Windows Azure SQL Database, tentunya sudah satu paket untuk mendapatkan dukungan reliability, high availability, dan scalability terhadap server database tersebut dari Microsoft. Pelanggan akhirnya dapat lebih fokus pada bisnisnya.
Windows Azure SQL Database menawarkan sebuah solusi manajebilitas pusat data berskala enterprise tanpa disertai pekerjaan tambahan dalam hal pengurusan administratif pengelolaan dari sebuah instance SQL Server, seperti yang terjadi pada pembentukan instance SQL Server pada on-premise. Dengan adanya kesamaan pengurusan administratif untuk instance di SQL Server, seperti pengaturan policy, pengaturan pengguna, pengaturanindex, pembuatan tabel dan objek lain, seperti Store Procedure atau User Defined Function, semua dapat dilakukan di SQL Azure tanpa perlu memiliki pengetahuan tambahan yang berbeda, dan semua dapat dilakukan secara mandiri. Sedangkan pengaturan tempat penyimpanan, hard drives, server, ketersediaan power supply, ruang server, seperti yang dilakukan di on-premise tidak perlu lagi menjadi sebuah kegiatan administratif pada saat menggunakan Windows Azure SQL Database.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan oleh Windows Azure SQL Database adalah skalabilitas yang sangat lentur. Pengguna layanan Windows Azure SQL Database dapat memilih sendiri berapa besar tempat penyimpanan data yang akan digunakan. Dengan model pembayaran Pay as you grow, tentunya akan memudahkan peng-guna hanya membayar sesuai dengan penggunaan besaran tempat penyimpanannya saja.

Selasa, 01 Januari 2013


Kali ini aku mau berbagi tentang salah satu teknologi Cloud Computing yang saat ini mulai berkembang pesat, kali ini Microsoft sudah mengenalkan teknologi yang dikenal dengan WINDOWS AZURE. Teknologi bentukan Microsoft ini adalah sebuah bentuk implementasi Platform as a Service (PaaS) dari sebuah cloud computing. Teknologi ini memungkinkan kita untuk membangun sebuah aplikasi melalui cloud, baik berupa teknologi web application, cloud service,  maupun aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas virtual machine.
Salah satu yang menjadi keunggulan Windows Azure adalah kemampuan untuk menjalankan aplikasi dari berbagai jenis teknologi dan platform, diantaranya adalah .NET (sebagai teknologi dari Microsoft), JAVA, dan juga PHP.
Berdasarkan sejarahnya, teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 dan terus dikembangkan sehingga menjadi komersial secara umum pada tanggal 1 Februari 2010.
Terdapat tiga buah komponen dari teknologi Windows Azure, diantaranya adalah :
  1. Compute : Merupakan bagian dari teknologi Windows Azure yang berguna dalam proses komputasi, baik secara foreground maupun background job(berjalan di belakang layar). Compute tools dari Windows Azure diantaranya adalah web role, worker role, dan virtual role.
  2. Storage : Merupakan bagian dari teknologi Windows Azure yang berguna dalam proses penyimpanan data. Terdapat dua jenis storage dalam Windows Azure, yang pertama adalah Azure Storage yang berguna untuk penyimpanan data yang berbentuk table, cloud, dan blob. Sementara itu, bentuk storage lainnya adalah SQL Azure yang merupakan versi SQL Server yang berjalan di cloud.
  3. Fabric : Merupakan bagian yang berguna sebagai “otak” dari teknologi ini. Proses ini diatur oleh Windows Azure Fabric Controller yang berguna dalam proses scheduling, resource allocation, dan management.
Windows Azure bersandar pada teknologi REST (Representational State Transfer) sehingga proses komunikasi antar aplikasi dapat dilakukan dengan menggunakan protokol HTTP. Abstraksi dari konsep Windows Azure dapat dilihat pada gambar di bawah ini  :
Terdapat dua buah key properties yang membuat Windows Azure unggul dibandingkan kompetitornya, diantaranya adalah :
  1. Resource Elasticity : Kita dapat melakukan penyesuaian resource yang dibutuhkan secara real-time oleh suatu aplikasi yang berjalan. Sebagai contoh : apabila suatu aplikasi hanya tinggi traffic nya pada waktu-waktu tertentu (misalnya aplikasi pemilu), maka tentunya kebutuhan resource hanya tinggi pada saat tertentu saja. Oleh karena itu, kita dapat melakukan setting resourcedengan menggunakan resource rendah pada saat jumlah akses rendah, dan meningkatkan kapasitas resource apabila sedang mencapai peak time.
  2. Geo-aware : Windows Azure berjalan di atas data center Microsoft yang tersebar luas di seluruh dunia. Pada saat pengembangan aplikasi cloud, pengembang dapat memilih data center yang terdekat dengan mereka sehingga tingkat konektifitas menjadi lebih tinggi. Sebagai contoh, apabila kita membuat suatu aplikasi pemilu di daerah eropa, maka sebaiknya resource-resoure yang kita gunakan (database, dll) berada di daerah eropa. Hal ini telah diimplementasikan pada teknologi Windows Azure.

Jumat, 02 November 2012


Teknologi cloud computing terus berjalan, dan banyak data center yang akan mulai mengaplikasikanya, hal itu juga berlaku untuk dunia Open-source software mereka juga terus berinovasi dan membuat sistem cloud computing yang lebih stabil, friendly dan lebih baik tentunya dari segi  bersamaan dengan krisis ekonomi dunia, Cloud computing jadi semakin di galakan, dengan menawarkan berbagai macam jenis flexsibilitas dan hemat biaya dengan menggunakan cloud computing. Mengintegrasikan Cloud dapat menekan biaya penggunaan IT, dengan kapabilitas untuk memilih dan menggabungkan antara public dan private application. Berikut ini ada 11 top open-source cloud application uang diambil dari GigaOm untuk keperluan untuk, pelayanan, pendidikan, support, general item of interest, dan lainya.
  1. Eucalyptus. Ostatic menggemparkan berita dimana UC Santa Barbara membuat sebuah open-source cloud project tahun kemarin. Dikeluarkan sebagai open-source (dengan menggunakan lisensi FreeBSD-style) Eucalyptus dapat digunakan untuk infrastruktur cloud computing dalam cluster yang dapat menduplikasi fungsionalitas Amazon EC2, Eucalyptus secara langsung menggunakan command-line tool dari Amazon. Sebagai langkah awalEucalyptus System terlebih dahulu membuat venture funding, untuk membiayai staff termasuk arsitek dari Eucalyptus project. Baru baru ini mereka mengeluarkan update software framework nya, yang juga dilengkapi dengan fitur cloud computing yang akan digunakan pada  Ubuntu versi terbaru.
  2. Red Hat’s Cloud. Salah satu pemain open-source terlama Red Hat memang telah memfokuskan diri pada cloud computing. Pada akhir juli kemarin, Red Hat membuka sebuah Cloud Computing Forum, yang berisi banyak persentasi mengenai ide perpindahan dari open-source untuk mengikuti teknologi cloud. Anda dapat mengikuti semua free webcast dari semua persentasi Redhat. Pembicaranya Rich Wolski (CTO dari Eucalyptus Systems), Brian Stevens (CTO dari Red Hat), dan juga Mike Olson (CEO dari Cloudera). Steven akan membawa anda mengenai strategi Red Hat terhadap cloud computing. Novell juga open source sedang mencoba untuk memfokuskan ke cloud computing, anda juga dapat membaca strategi mereka disini.
  3. Traffic Server.  kali ini berpindah ke open-source untuk memberikan inisiatif untuk mewujudkan cloud computing dengan memberikan donasi ke produk Traffic Server kepada Apache Software Foundation. Traffic Server adalah sebuah sistem yang digunakan secara in-house oleh Yahoo untuk mengatur traffic mereka sendiri, dengan ini mereka dapat mengatur session management, authentication, configuration management, load balancing, dan juga routing untuk semua cloud computing software stack. Dengan kata lain Traffic Server memberikan kemudahan bagi para IT administrator untuk mengalokasikan sumber daya, termasuk didalamnya menghandle ratusan dari virtualized services secara online.
  4. Cloudera. Sebuah open-source Hadoop software framework yang saat ini mulai banyak di gunakan pada cloud computing deployment karena fleksibilitas nya yang tinggi dan menggunakan cluster-based, data-intensive queries tools ini jadi banyak disukai. Tentu saja ini terlewat oleh Apache Software Foundation, dan Yahoo juga memiliki time-tested Hadoop distribution sendiri. Cloudera nampaknya saat ini menjajikan untuk tahap awal yang memberikan support komersil untuk Hadoop. anda dapat membaca tentan Cloudera disini.
  5. Puppet. Adalah sebuah teknolosi Virtual server yang dapat di implemetasikan pada cloud computing, dan juga dapat digunakan sebagai Reductive Lab open-source software (kurang faham maksudnya apa), software ini dibangun dengan menggunakan Cfengine system, dan hebatnya banyak system administrator yang memanfaatkan software ini . Anda dapat dengan mudah mengatur berapapun jumlah virtual machine dan dapat melakukan automated routine, tampa harus melakukan complex scripting.
  6. Enomaly. Adalah Elastic Computing Platform (ECP) yang merupakan akar dari Enomalism open-source provisioning and management software, teknologi ini di desain untuk mengatur kompleksitas dari implementasi infrastruktur cloud. ECP adalah sebuah programmable virtual cloud computing infrastructure untuk ukuran kecil, sedang dan juga enterprise besar dan anda dapat membaca lebih detail disini.
  7. Joyent. Adalah sebuah software yang didirikan pada Januari awal tahun ini, yang memulai open-source cloud dengan memanfaatkan JavaScript dan Git. Infrastruktur Joyent cloud hosting dan cloud management software membuka banyak open-source tools untuk public dan private cloud.  Perusahaan ini juga membantu mengoptimasi kecepatan implementasi dari open-source  database untuk penggunaan cloud use.
  8. Zoho. Banyak orang mengenal Zoho sebagai free, online application, yang menjadi pesaing dari Google Docs. yang terpenting untuk diketahui adalah bawasanya Zoho core adalah betul betul open source — sebuah contoh bagaimaa solusi SaaS dapat bekerja secara harmonis dengan open source. Anda dapat menemukan bagaimana Zoho mengimplementasikan open-source tool melalui interview mereka.
  9. Globus Nimbus. Open-source toolkit ini mampu merubah bisnis anda dari infrastruktur cluster menjadi Infrastructure-as-a-Service (IaaS) cloud. Amazon EC2 interface digunakan sepenuhnya namun ini bukan hanya sebuah interface yang dapat anda manfaatkan.
  10. Reservoir. Adalah sebuah inisiatif dari European research untuk mengembangkan virtualized infrastructure and cloud computing. Akhirnya membawa mereka untuk mengembangkan teknologi open-source untuk cloud computing, dan membantu para pengguna bisnis untuk menghemat biaya IT.
  11. OpenNebula. OpenNebula VM Manager adalah sebuah komponen dasasr dari Reservoir. Ia adalah sebuah jawaban open-source untuk berbagai macam jenis virtual machine management yang banyak di gunakan secara proprietary, Interface nya pun dapat dengan mudah dipahami dengan cloud infrastructure tools and services. “OpenNebula adalah sebuah open-source virtual infrastructure engine yang akan memberikan anda implementasi dan re-placement dari virtual machines pada physical resources,” menurut project lead mereka.
banyak open-source tools sudah mulai berkompetisi dalam dunia cloud computing. Hasil akhir dari ini tentu saja nantinya kita akan menemukan fleksibilitas dari organisasi untuk mengkostumasi pendekatan yang mereka inginkan. Open-source cloud akan memberikan potensi akan harga yang sangat kompetitif untuk mendapatkan service cloud.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!